Monday, May 28, 2012

Melihat Sunrise bersama HMI Komisariat Perkapalan


Oleh : Mas Sentot
                Ternyata benar adanya kalau derasnya laju waktu memang tidak dapat kita lawan. Akan terus berjalan di saat kita belajar, diskusi, menulis, bercanda, nongkrong, bahkan di saat kita terlelap akan indahnya bunga malam. Memang benar bahwa saat kita menghentikan aktivitas dengan beristirahat (tidur) waktu tetap akan terus berjalan. Tidak ada kata istirahat dalam perjalanan sang waktu. Hal itu pula yang sedang kita rasakan bersama yaitu pengurus HMI komisariat perkapalan SN.
                Tidak terasa waktu selama satu tahun kepengurusan terasa sangat cepat. Masih serasa hari kemarin kepengurusan HMI komisariat perkapalan yang dinahkodai oleh saudara Matahari Muhammad (ayik, tekpal 2008) sudah hampir sampai di pelabuhan waktu untuk bersandar. Susah, senang, duka, tawa, dan bahagia sudah sering kita lalui bersama. Ikatan batin yang terbangun karena intensitas berinteraksi di komisariat seakan sudah tertanam di benak para pengurus dan anggota.
                Saya rasa tidak terlalu berlebihan ketika pengurus memandang dengan optimis kepengurusan kedepan. Karena hasil kederisasi kepengurusan tahun jika disorot dari sudut pandang kuantitas anggota yang aktif bisa dibilang sudah cukup berhasil. Dengan tertanamnya pondasi ikatan emosional yang ada di sanubari masing-masing kader maka akan akan menyulut timbulnya rasa solidaritas yang tinggi dari masing-masing kader. Setelah solidaritas sudah terbangun artinya kita tidak akan kesulitan untuk berjalan bersama untuk satu tahun kedepan.
Berlayar atau Tenggelam
                Ketika kapal berada dalam keadaan kehabisan bahan bakar, kita akan dihadapkan dengan dua pilihan yaitu kibarkan layar atau tenggelam. Mengapa kita harus mengibarkan layar?  Jika kita hanya menunggu kapal lain mengirimkan bantuan bahan bakar, maka kita akan menempuh waktu yang lama untuk sampai ke tujuan. Apalagi ketika nanti akan datang badai yang menghampiri kita yang tak berdaya di tengah laut, tidak menutup kemungkinan bila kapal kita akan tenggelam. Jadi kita harus tetap memberanikan diri untuk mengibarkan Layar walaupun itu terasa sulit. Namun sesulit apapun sesuatu pekerjaan akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama-sama. Karena beban yang kita pikul terdistribusi Merata.
                Berbicara mengenai terdistribusi merata, saat ini kader komisariat perkapalan sudah mulai terdistribusi merata. Maksudnya adalah dari lingkup komisariat perkapalan yaitu 3 jurusan di FTK ITS(T.Perkapalan, T.Sistem Perkapalan, T.Kelautan), 1 DOP (PPNS) dan 1 universitas (UHT) masing-masing sudah mempunyai regenerasi. Jadi kita hanya memerlukan rencana yang strategis untuk bersama-sama mengangkat layar agar kita mampu berlayar ke tempat tujuan kita.
Menunjukkan Sunrise
                Seorang sosok pemimpin yang sudah bisa dibilang berhasil membawa HMI Komisariat Perkapalan ke depan pintu gerbang kejayaan (Sedikit nyontek pembukaan UUD ’45). Matahari Muhammad mahasiswa Teknik Perkapalan ITS angkatan 2008, saya bilang berhasil membawa amanah yang telah diberikan kepadanya di Rapat Anggota Komisariat yang lalu. Parametrer saya mengatakan berhasil adalah beliau mampu menciptakan pondasi kekeluargaan bari para pengurusnya dan anggotanya. Walaupun masih adanya anggota bahkan pengurus yang bisa dibilang kurang aktif sehingga program-program yang telah dirumuskan belum dapat terlaksanakan semuanya. Karena kita harus bisa menyadari bersama kalau pengurus disini bukanlah dewa yang bisa melakukan apa saja, melainkan adalah seorang manusia biasa.
                Kader komisariat perkapalan yang pada umumnya mempunyai semangat yang tinggi dapat digambarkan dengan matahari. Semangat-semangat baru yang akan mewarnai komisariat perkapalan saya ibaratkan sebagai terbit (walau sedikit memaksa). Tinggal bagaimana kita memperlakukan semangat-semangat ini agar nantinya kita bisa melihat bersama matahari yang akan berangsur naik keatas.

0 comments

Posts a comment

 
© 2013 HMI Komisariat Perkapalan Sepuluh Nopember | Gebang Lor 14 Surabaya
Designed by HMI Komisariat Perkapalan
Back to top